Sekolah Lapang Tanaman Cabai di Poktan Sinar Tani Desa Sukarasa, Kembangkan Teknologi Proliga
Tanjungsari Bogor | Klikinfoku.com
Cabai merupakan komoditas yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat.
Untuk meningkatkan produktivitas tanaman cabai di Kabupaten Bogor, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bogor melalui Bidang Penyuluhan Pertanian Sub Kegiatan Pembentukan dan Penyelenggaraan Sekolah Lapang Kelompok Tani Tingkat Kabupaten/Kota telah mengembangkan teknologi produksi lipat ganda (proliga) yang berkolaborasi dengan BPP Wilayah XIII.
Produksi Lipat Ganda (Proliga) Cabai merupakan salah satu standar budidaya untuk memperoleh produktivitas cabai sebesar 20 ton/ha. Standar Budidaya ini secara masif diperkenalkan dan terus didesiminasikan dalam rangka mendukung pemerintah dalam swasembada cabai.
Kegiatan Sekolah Lapang di Poktan Sinar Tani Desa Sukarasa sudah dimulai dari tanggal 27 Mei 2025 dengan 7 kali pertemuan yang diikuti oleh anggota poktan.
Dalam acara Penutupan Sekolah Lapang Cabai di Poktan Sinar Tani Desa Sukarasa yang di hadiri oleh pihak Distanhorbun kab Bogor , Koordinator BPP Wilayah XIII (Tera Kertana, SP) Aparatur Desa Sukarasa, POPT Kecamatan Tanjungsari (Rival R SP) dan Penyuluh Pertanian (Heru Ridwansah, SP), pada Kamis 20 November 2025.
Sekolah lapang cabai sistem Proliga adalah program peningkatan produksi cabai yang menggabungkan metode Sekolah Lapang (SL) dengan sistem Proliga.
Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan petani khususnya petani yang ada di Poktan Sinar Tani Desa Sukarasa mengenai teknik budidaya cabai modern dan berkelanjutan melalui pelatihan langsung di lahan.
Fokusnya mencakup praktek dari persemaian hingga panen, penggunaan teknologi serta pengenalan pengelolaan hama terpadu dan pembiayaan usaha tani.
Penyuluh Pertanian Heru Ridwansah, SP dalam sambutannya menyampaikan, sekolah lapang petani merupakan sarana dalam memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis kepada petani dalam bidang pertanian.
“Program ini dilaksanakan untuk memberikan pelatihan kepada para petani agar dapat mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang praktik-praktik pertanian yang efektif dan inovatif yang dapat diterapkan dalam usaha pertanian khususnya Budidaya Cabai Keriting. Sehingga diharapkan petani dapat meningkatkan produktivitas pertanian, keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan petani,” ucapnya.
Dikatakannya, melalui pelatihan dan bimbingan ini, para petani dapat saling bertukar pengalaman sekaligus menambah ilmu.
“Dalam kegiatan sekolah lapang proliga ini juga bisa menjadi tempat bertukar pengalaman para petani, selain itu petani dapat berinteraksi langsung dengan ahli pertanian dan pembimbing dari dinas untuk memperoleh wawasan yang lebih luas tentang teknologi dan teknik cocok tanam terbaru dalam bidang pertanian,” pungkasnya. (Dewi-Tom)
