Tingkatkan Kompetensi Literasi Dan Numerasi Guru Pembelajar, SDN Gandoang 01 Cileungsi Gelar In House Training
Cileungsi Bogor | Klikinfoku.com
Didasarkan keprihatinan rendahnya kemampuan peserta didik dalam hal literasi dan numerasi, SDN Gandoang 01 kolaborasi dengan SDN Cinyosog 02 menggelar “In House Training” bagi para guru, di ruang kelas SDN Gandoang 01 Kecamatan Cileungsi Kabupaten Bogor pada Rabu (7/1/2026).
Mengusung tema : Merancang Pembelajaran Literasi Dan Numerasi Yang Aktif, Kreatif Dan Menyenangkan kegiatan training ini diikuti oleh puluhan Guru Pembelajar dari SDN Gandoang 01, SDN Cinyosog 02, undangan guru SDN Pasirangin 03, SDN Cibereum dan tampak pula 3 Kepala Sekolah SDN Cipeucang 03 Lilis Suparida, S.Pd serta Kepala Sekolah SDN Pasirangin 03 Sukar, M.Pd dan N. Ani Satulwahsah S.Pd, Kepala Sekolah SDN Situsari 02.
Kepada awak media, Kepala Sekolah SDN Gandoang 01 Esti Wahyu Mudjiastutik S.Pd menyampaikan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi keinginannya setelah melihat rapor pendidikan setiap tahun, jadi untuk mengidentifikasi, refleksi dan membenahi mutu pendidikan di SDN Gandoang 01 terutama hal literasi dan numerasi.
Dikatakannya, terlebih juga lulusan SMA saat ini dari informasi yang didapatkan kemampuan numerasi dibawah 40 %, jadi nanti bisa saja SMA menyalahkan SMP, SMP menyalahkan SD, walaupun sejatinya banyak faktor penyebab, apakah anak yang tidak mau belajar.
Selain itu saat ini siswa SD ke SMP ke SMA tanpa melalui seleksi literasi dan numerasi tapi berdasarkan zonasi.
“Makanya yukk sama-sama kita benahi dari dasar dan yuk dari SD dulu, klo literasi kurang bagaimana dengan numerasi. Dan setelah saya analisa, klo muridnya mau pintar, gurunya harus pintar dulu,” ujar Esti bersemangat.
Esti menegaskan para peserta training kali ini diutamakan Guru Pembelajar artinya guru yang senang belajar dan yang nantinya mampu mengimbaskan ilmunya kepada guru lainnya. Training kali ini menghadirkan trainer numerasi yang mumpuni dibidangnya Akhmad Bastari, ST.MT dan Nasrul Zulfika, M.Pd trainer kompetensi literasi yang juga dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.
“Dengan mengikuti training selama 2 hari ini peserta diharapkan dapat meningkatkan kompetensi sebagai guru, rapor pendidikan siswa meningkat nilainya, peserta dapat mengimbaskan ilmunya ke guru lain dan Kepala Sekolah wajib memotivasi,”pungkas Esti Wahyu yang juga Plt Kepala Sekolah SDN Cinyosog 02.
Nasrul Zulfika, M.Pd trainer kompetensi literasi memberikan materi peningkatan kompetensi literasi guru, agar peserta didik mau membaca.
Bukan hanya membaca buku bacaan, akan tetapi siap menyimak, menulis, menganalisis semua tentang ilmu pengetahuan.
Menurutnya perlu kolaborasi dengan orang tua murid bagi siswa yang belum dapat memahami buku bacaan. Dan Nasrul juga memberikan materi cara membuat soal literasi dari tiap mata pelajaran.
Akhmad Bastari, ST.MT trainer senior kompetensi numerasi menerangkan dan memberikan trik-trik memecahkan soal-soal matematika secara singkat, cepat, mudah, sistematis dan menyenangkan yang diikuti peserta training dengan antusias.
“Saya sudah pernah mengikuti training serupa (numerasi -red) tapi tetap saja penasaran dan ingin sekali ikut lagi,” ujar Satriyo salah satu peserta, guru SDN Pasirangin 03 penuh antusias.
Sementara itu Anan Saryanto dari Genza education menyoroti rendahnya hasil TKA (Test Kemampuan Akademik) SMA yang baru-baru ini dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan.
Disebutkannya hasil TKA tersebut sangat diluar dugaan menurun jauh sekali sekali. Untuk matematika rata-rata 80 % nilainya di angka 40 skala 100. Banyak faktor penyebabnya antara lain sistim pendidikannya yang kurang siap dengan terobosan berjenjang kebawah, siswa, guru dan sekolah.
“Generasi kita sekarang daya saing dan daya juang rendah serta kurang mampu mengoptimalkan teknologi yang berkembang untuk pendidikan malah lebih kepada game dan medsos,” ujarnya.
Anan menyatakan hal ini menjadi PR bersama seluruh stakeholder pendidikan. Dan untuk itu pihaknya dari lembaga pendidikan siap berkolaborasi dengan semua pihak. (Tom)
