Permasalahan Infrastruktur Pendidikan dan Jalan Mengemuka Pada Reses Anggota DPRD Kabupaten Bogor di Kecamatan Cariu
Cariu Bogor | Klikinfoku.com
Anggota DPRD Kabupaten Bogor Dapil 2 mengadakan Reses Masa Sidang II Tahun 2025-2026 di kantor Kecamatan Cariu Kabupaten Bogor pada Rabu (11/2/2026).
Rombongan reses anggota dewan dipimpin Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Bogor H.Junaidi Samsudin fraksi PPP, turut hadir H.Beben Suhendar fraksi Gerindra, H.Amin Sugandi fraksi Golkar, H. Sulaeman fraksi PKS, H. Achmad Fathoni fraksi PKS dan Rudi Sabana fraksi Nasdem.
Stakeholder Kecamatan Cariu hadir Forkopimcam, para Kepala UPT, Kepala Desa, Ketua Partai, Ormas, K3S, PGRI, MUI, KUA, Katar, tokoh ulama dan masyarakat setempat.
Dalam sambutannya Camat Cariu, Agus Sofyan Budi Asmara menyampaikan apresiasi kepada anggota DPRD Kabupaten Bogor yang mengadakan reses di wilayahnya.
“Alhamdulillah pada hari ini kita kedatangan reses anggota dewan, mudah-mudahan beliau-beliau dapat menyerap aspirasi sebanyak-banyaknya, dan bapak ibu yang masih penasaran ada yang mau ditanyakan dipersilahkan,” kata Agus.
Camat Agus juga mengemukakan terkait permasalahan yang ada di wilayah Kecamatan Cariu, misalnya bidang pendidikan, banyak gedung sekolah tidak layak, konstruksi, atap, langit-langit serta mebeler yang kurang dan sudah tidak layak pakai. Selain itu juga terkait permasalahan infrastruktur jalan yang menjadi PR bersama.
- Junaidi Samsudin menegaskan keinginan bersama untuk Cariu yang lebih maju dan lebih baik. Untuk itu diminta hadirin untuk memanfaatkan waktu mengusulkan permasalahan dalam bidang pendidikan, infrastruktur, kesehatan dan lainnya untuk menjadi pokok pikiran dewan. Dengan harapan dapat maksimal direalisasikan tahun 2027 nanti.
- Achmad Fathoni sesuai mitra kerja dibidang infrastruktur menyoroti usulan-usulan kerusakan jalan dan infrastruktur pendidikan yang urgent untuk diperhatikan.
Dikatakannya kerusakan jalan yang terjadi, pihaknya akan mengecek dan memanggil pihak terkait. Tetapi bilamana kerusakan terjadi karena pergeseran tanah ada pengecualian.
“Misal jalan yang rusak oleh proyek BBWS minimal mereka rawat dan perbaiki, apabila proyek tersebut telah selesai, nanti akan dilihat kembali, apakah masuk bagian aset BBWS dan seterusnya. Terkait usulan meubeler sekolah akan diakomodir, dan yang pasti aspirasi yang kami serap dari masyarakat tidak selalu harus reses bisa pada kesempatan lainnya,” ujar H. Achmad Fathoni.
Pada kesempatan ini Kepala Sekolah SDN Cariu 1, Nalim, S.Pd mengusulkan penggantian semua meubeler sekolah karena usang misal bangku kayu diganti dengan bangku pabrikan.
Selain itu diusulkan untuk mempercepat peletakan patok batas yang sejak tahun 1989 sudah banyak bilang untuk mengeliminir hilangnya batas-batas tanah dan mengurangi luas aset.
“Kami juga mengusulkan untuk pembangunan pagar sekolah dengan harapan keamanan sekolah, yang mana dengan pemagaran didapatkan dua keamanan yakni aman batas dan aman dari gangguan. (Dewi)
