Kamis, November 5, 2026
BogorPEMERINTAHAN

Bupati Bogor: Pajajaran Bukan Sekadar Ornamen, Tapi Tata Kelola Sampah dan Sanitasi yang Baik

Tanjungsari Bogor | Klikinfoku.com

Bupati Bogor Rudy Susanto menegaskan, konsep Pajajaran bukan hanya menghadirkan ornamen kesundaan di wilayah Kabupaten Bogor. Lebih dari itu, Pajajaran dimaknai sebagai wilayah yang terbangun dengan baik, bersih, dan tertata.

Hal itu disampaikan Rudy saat diwawancarai wartawan pasca peresmian Dayeuh Pajajaran di Tanjungsari Kamis 5 November 2026.
“Pajajaran bukan hanya memunculkan ornamen kesundaan, di mana Bogor mayoritas adalah suku Sunda. Bogor adalah Jawa Barat, maka disebut Pajajaran pada saat wilayahnya terbangun dengan baik, memunculkan ornamen-ornamen budaya Sunda di situ,” jelas Rudy.

Menurutnya, hal terpenting dari konsep Pajajaran adalah tata kelola pengelolaan sampah yang berjalan dengan baik.
“Yang terpenting adalah satu, tata kelola pengelolaan sampahnya sudah berjalan dengan baik. Sampahnya dikelola dengan baik, lingkungannya dijaga dengan bersih, dengan rapi. Maka pada saat sudah baik, sanitasi lingkungan juga akan berjalan dengan baik, masyarakatnya akan dapat terpenuhi dengan baik,” jelasnya.

Rudy juga menyebut, program bantuan pengelolaan sampah yang ada saat ini masih bersifat stimulus dan belum bisa menuntaskan persoalan sampah satu desa secara keseluruhan.

“Itu sebuah stimulus, tidak bisa menuntaskan satu desa. Jadi pada saat satu desa bisa membangun satu titik lokasi,” katanya.

Pemkab Siapkan Bonus Pembinaan Atlet di 2027

Pada kesempatan yang sama, Rudy juga menyampaikan apresiasi kepada para atlet Kabupaten Bogor yang telah meraih medali, khususnya peraih medali emas.

Ia menegaskan, Pemkab Bogor akan memberikan bonus atau uang pembinaan kepada para patriot olahraga tersebut. Namun, pelaksanaannya baru akan dilakukan pada 2027 setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai.

“Dari awal sudah kami sampaikan, kita memberikan apresiasi pembinaan kepada atlet-atlet, para patriot-patriot olahraga dari Kabupaten Bogor yang sudah mengharumkan nama Kabupaten Bogor, pemberiannya nanti mungkin di tahun 2027 setelah pelaksanaannya selesai,” ujar Rudy.

Ia membedakan bonus dari Pemkab dengan bonus yang telah diberikan langsung oleh kontingen maupun KONI. Bonus dari KONI, kata dia, merupakan bonus secara langsung yang sudah dipersiapkan oleh mereka.

“Kalaupun kemarin dari penyelenggara, dari kontingen maupun dari KONI memberikan bonus, itu adalah bonus secara langsung dan itu dipersiapkan oleh mereka. Dan kita pemerintah secara khusus juga akan memberikan apresiasi penghargaan untuk para atlet-atlet yang sudah memberikan medali,” jelasnya.

Rudy menekankan, di balik medali yang diraih, ada perjuangan panjang tidak hanya dari atlet, tetapi juga pelatih dan manajer tim.

“Bukan hanya sekadar medali, tapi di balik medali itu ada perjuangan. Bukan hanya atlet, ada para pelatih, ada manajer tim. Dan tentunya mereka berkolaborasi bersama-sama membangun kekuatan, bersama-sama ingin menunjukkan yang terbaik, bahwa di Bogor dibina dengan baik dan memberikan prestasi yang terbaik buat seluruh masyarakat Kabupaten Bogor,” pungkasnya. (Dewi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *