Rabu, April 22, 2026
Bogor

Kepala Desa Cipeucang Gopur Atmaja Ajak Awak Media Bangun Komunikasi dan Etika Yang Baik Bersama-sama

Cileungsi Bogor | Klikinfoku com

Terkait berita viral dibeberapa media online “Dugaan Kepala Desa Cipeucang Arogan dan Mengusir Wartawan” di kantornya pada Senin (20/4/2026), Gopur Atmaja selaku Kepala Desa yang diberitakan tersebut memberikan tanggapannya kepada puluhan awak media di aula kantor Desa setempat Selasa (21/4/2026).

“Kemarin sesungguhnya itu tidak ada persoalan apa-apa, tetapi mungkin ada ketersinggungan, padahal kita tidak ada maksud apa-apa dan tidak ada bahasa-bahasa mengusir dan sebagainya itu tidak ada ngobrol-ngobrol saja,” ujar Gopur mengawali tanggapannya.

Tetapi menurutnya karena hal tersebut telah terpublikasi, tidak menjadi masalah dan kalaupun dirinya dianggap salah ya minta maaf dan hal ini bukan seolah ingin memecah hubungan kerja dengan para Kepala Desa.

“Karena hal ini sudah terpublikasi ya tidak jadi masalah, kalaupun memang saya ada salah saya minta maaf,” tegas Gopur.

Dikatakannya seyogyanya saling menghormati, dan saling menghargai saat mempunyai aktifitas.  Sekedar mengingatkan saja bahwa ketika Kepala Desa sedang punya kesibukan, mohon tidak masuk ke ruangan terlebih dahulu pasti ada waktunya untuk awak media.

“Mari kita sama-sama bangun komunikasi yang baik, bangun etika yang artinya untuk sama-sama kebaikan kita semua, kurang lebih seperti itu yang mau saya sampaikan dan sekali lagi kalau saya salah, saya minta maaf,” pungkasnya.

Informasi yang dihimpun bahwa pada saat kejadian sedang ada tamu Kasipem dan tim dari Kecamatan Cileungsi dalam rangka memonitor persiapan tempat kantor Desa Cipeucang sebagai lokasi acara BIMDA Pemkab Bogor untuk 5 Kecamatan di Bogor Timur yang direncanakan pada tanggal 30 April 2026.

Tampak hingga hari ini dan disebut hingga beberapa hari kedepan proses persiapan masih terus berlanjut, antara lain menata ruang dan perbaikan serta pengecatan ulang seluruh kantor Desa.   Hal tersebut sangat menyita waktu, pikiran dan tenaga Kepala Desa dan seluruh Perangkat Desa karena waktu persiapan yang tersedia sangat mepet. (Tom)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *