Sukawangi Bogor Jadi Saksi Sejarah, KDM Lantik 746 ASN Provinsi Jawa Barat
Sukamakmur Bogor | Klikinfoku.com
Sempat viral dan dirumorkan wilayah teritorial dan pemerintahan di Desa ini terancam terlikuidasi, namun KDM sapaaan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi malah memilih tempat ini untuk melantik 746 ASN dari berbagai Dinas Provinsi Jawa Barat yakni di lapangan Desa Sukawangi Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Bogor Senin (15/6/2026).
Pada kesempatan itu KDM memberi pesan agar setiap ASN tetap menjaga hubungan baik dengan pimpinan dan sesama ASN sekalipun kultur pada abad modern ini tidaklah sama dengan zaman dulu.
KDM juga menyinggung soal konektivitas seluruh daerah di Jawa Barat dan terintegrasi. Dengan demikian perencanaan pembangunan dan landscape tiap-tiap wilayah dapat dimanfaatkan dengan baik dan optimal.
Selain itu KDM juga menyempatkan diri mengunjungi dan memberikan bantuan pembangunan 3 rumah warga. Warga yang didatangi pun sangat surprise bertemu langsung dengan KDM dan bersyukur mendapatkan bantuan.
Sementara itu diketahui bahwa Kepala Desa Sukawangi H. Budiyanto terus memperjuangkan nasib kepemilikan lahan warga dan lahan-lahan pemerintah.
“Dari 1.800 hektar lahan yang dikuasai masyarakat baru sekitar 35 hektar yang sudah dilepaskan sesuai data Dirjen tadi, jadi masih jauh. Untuk itu tahap kedua akan diusulkan lagi dan garapan masyarakat 20 tahun bisa diusulkan,”ujar Budiyanto kepada wartawan saat kunker Menhut yang diwakili Dirjen Kehutanan (9/6/2026).
Dikatakannya tahap pertama telah diusulkan 500 hektar dan akan terus didorong ke 1.800 hektar.
“Saat ini untuk pemukiman sekitar 600 hektar, beberapa telah membayar pajak SPPT, dan Desa ditarget penerimaan pajak 1.9 Milyar. Jumlah penduduk 4.163 Kepala Keluarga dan 13.750 jiwa. Bapak Bupati Bogor insya Allah siap bantu dan masyarakat tentu butuh realisasinya,”ungkapnya.
Dengan kehadiran KDM pada hari ini diwilayahnya menjadi momen penting dan Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Kehutanan RI dapat mempercepat proses administrasi dan legalitas penguasaan lahan Desa oleh masyarakat dan stakeholder lainnya. (Dewi)
