Jumat, Agustus 28, 2026
BogorPemerintah Camat

Camat Adi Henryana Buka MTQ Tingkat Kecamatan Cileungsi, Desa Limusnunggal Sabet Juara I Pawai Ta’aruf

Cileungsi Bogor | Klikinfoku.com

Camat Cileungsi Adi Henryana secara resmi membuka gelaran MTQ (Musabaqoh Tilawatil Qur’an) tingkat Kecamatan Cileungsi di halaman masjid Baitussalam Metland Cileungsi Kabupaten Bogor pada Kamis (27/8/2026).

Penyelenggaraan MTQ tingkat Kecamatan Cileungsi ini telah menjadi agenda tahunan yang diikuti oleh 12 Desa yang dimeriahkan lebih dahulu dengan acara pawai ta’aruf sebelum upacara pembukaan resmi MTQ.

Dalam sambutannya Camat Cileungsi Adi Henryana menyampaikan rasa syukurnya pada hari ini Pemerintah Kecamatan Cileungsi kembali melaksanakan Musabaqah Tilawatil Qur’an tingkat Kecamatan Cileungsi.

“Ini merupakan kegiatan yang rutin dilaksanakan, dimana sebelumnya di masing-masing Desa di wilayah Kecamatan Cileungsi telah melaksanakan MTQ tingkat Desa.  Nah, pada kesempatan hari ini di tahun 2026, ditindaklanjuti dengan kegiatan MTQ tingkat Kecamatan,” ujarnya.

Dikatakannya MTQ tingkat Kecamatan ini tentunya bukan hanya untuk kegiatan lomba membaca Al-Qur’an saja, tetapi bagaimana caranya bahwa kita mensosialisasikan agar warga masyarakat, khususnya generasi muda kita di Kecamatan Cileungsi ini mencintai Al-Qur’an.

Kemudian juga bagaimana caranya kita bisa bersilaturahmi di momen MTQ tingkat Kecamatan Cileungsi ini.   Tentunya juga kita berharap bahwa generasi muda kita ini, anak-anak muda yang ada di wilayah Kecamatan Cileungsi tidak hanya bisa membaca Al-Qur’an, tetapi juga harus bisa menggali makna dari Al-Qur’an tersebut dan juga mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Karena kita ketahui bersama bahwa kondisi Kecamatan Cileungsi khususnya sudah sangat luar biasa dari hal-hal yang sifatnya penyimpangan-penyimpangan. Oleh karena itu, kalau tidak dimulai dari generasi muda kita, mau kapan lagi kita berbuat untuk kebaikan.” ungkap Adi.

Adi mengharapkan momentum MTQ tingkat Kecamatan ini bisa mengembalikan kondisi ataupun marwah, anak-anak muda Cileungsi untuk bisa kembali bagaimana caranya mempelajari Al-Qur’an, meneladani, dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Sekali lagi bahwa MTQ bukan hanya sebatas untuk ajang lomba, ya, tetapi sekali lagi lebih kepada bagaimana warga ataupun generasi muda kita ini bisa mengamalkan Al-Qur’an itu sendiri,” tegasnya.

Camat Adi tak lupa menyampaikan terimakasih atas jerih payah jajaran panitia dan juga dewan juri yang terbentuk dengan harapan dapat memberikan penilaian yang objektif dan masukan kepada para kalifah.

“Dan nanti untuk kafilah-kafilah terbaik, juara-juara kesatu, insya Allah kami akan kirimkan untuk kegiatan MTQ di tingkat Kabupaten Bogor. Alhamdulillah semua Desa mengirim kalifah-kalifahnya. Mudah-mudahan adik-adik kita ini bisa berlomba dengan menjunjung tinggi sportivitas. Mudah-mudahan juga bisa menjadikan yang terbaik untuk di tingkat Kecamatan Cileungsi dan dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, MTQ tingkat Kecamatan Cileungsi pada hari ini, Kamis tanggal 27 Agustus 2026, saya nyatakan resmi dibuka,” pungkas Camat Adi.

Selanjutnya momen yang ditunggu-tunggu oleh para kalifah dari 12 Desa dan seluruh undangan acara MTQ adalah saat pengumuman pemenang lomba pawai ta’aruf.

Desa Limusnunggal menyabet juara I, sementara untuk juara II Desa Dayeuh dan Juara III Desa Pasirangin mendapatkan piala dan piagam penghargaan dari Camat Cileungsi.

Saat diminta tanggapannya terkait hasil pawai ta’aruf ini, Kepala Desa Limusnunggal Galih Rakasiwi mengatakan sebetulnya pihaknya tidak mengharapkan juara tetapi lebih kepada keinginan memeriahkan dan menjaga kekompakan warga Desa Limusnunggal.

“Karena memang di Limusnunggal ini seni budaya masih tergolong banyak lah warga yang seni budaya. Makanya itu kami tampilkan seni budaya khas Jawa Barat sebagai syiar dalam memperjuangkan agama Islam juga,” ujarnya.

Disebutkan bahwa jumlah peserta pawai ta’aruf ini sekitar 200 orang tetapi ada juga Sisingaan ada lima, ada juga gerandong-gerandongan.

“Pokoknya luar biasalah kreativitas warga kita pada hari ini, persiapannya singkat, cuma sekitar dua minggu. Tapi alhamdulillah hasilnya maksimal.  Saya berharap warga Desa Limusnunggal tetap kompak, tetap semangat, hadiah ini semata-mata bukan hanya tujuan kita, tapi kekompakan, kearifan lokal yang kita jaga, itulah yang paling utama,” pungkas Kades Galih dengan semringah. (Tom)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *