Jumat, September 4, 2026
BogorPemerintah Desa

Antisipasi Stunting, Tingkatkan Kualitas Kesehatan Anak, Desa Selawangi Gelar Rembug Stunting 2026

Tanjungsari Bogor | Klikinfoku.com

Bekerjasama dengan instansi terkait, Pemerintah Desa Selawangi, menyelenggarakan kegiatan Rembug Stunting: “Pencegahan dan Penanganan Stunting Tingkat Desa Tahun 2026” di aula kantor Desa Selawangi Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Bogor pada Kamis (3/8/2026)

Forum kolaboratif ini digelar sebagai langkah konkrit dalam memperkuat komitmen penanganan serta percepatan penurunan angka stunting di wilayah pedesaan.

Melalui kegiatan ini, pemerintah desa bersama BKKBN dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor demi mewujudkan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Dalam sambutannya mewakili Kepala Desa, Sekretaris Desa Jukardi M Noor pertama-tama kami menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak terkait atas kehadirannya untuk bersama membahas masalah kesehatan dalam hal ini stunting.

“Desa Selawang ini wilayahnya cukup luas dan penduduk cukup banyak, yang pada saat ini barangkali nanti untuk masalah kesehatan Ibu Dokter dengan para pemegang kebijakan dan Posyandu Desa Selawangi dan para kader yang akan melakukan pekerjaan, untuk itu kami dari pihak Pemerintah Desa ingin selalu disokong oleh Pemerintah Kecamatan dan dari Puskesmas dalam hal penanganan kesehatan untuk warga masyarakat yang ada di Selawangi,” ujar Sekdes Jukardi.

Sekdes minta kepada seluruh stakeholder, kader Posyandu, PKK dan seluruh elemen masyarakat Desa Selawangi untuk bersama saling mendukung, apapun yang dibutuhkan masyarakat, Pemerintah Desa siap membantu dan memfasilitasinya.

Sementara itu Kasi Penkes Kecamatan Tanjungsari Dading Efendi mengingatkan bahwa stunting telah terdeteksi di benua Asia sejak tahun 2021 dan tahun 2026 Indonesia ada di peringkat 4.

Penanganan stunting dimulai dari Pemerintahan Desa. Untuk tahun 2027 yg terpenting  dalam Desa itu harus mempunyai target laporan pencatatan stunting melalui aplikasi EHDW yaitu sistem atau aplikasi berbasia web dan mobile yang dikembangkan oleh  Kementrian Desa.

Aplikasi tersebut harap diisi oleh para PKPM agar penanganan di  Desa Selawangi itu terintegrasi antara kader Posyandu dan Pemerintahan Desa.

“Oleh sebab itu mohon perhatian dan keseriusan kita semua yang mana program Pemerintah bahwa  penanganan stunting dimulai dari Desa.  Hari ini kami harapkan kerjasama yang baik dari perangkat Desa, kader Posyandu dan elemen dan pemerhati kesehatan masyarakat untuk berkolaborasi memberantas stunting ini,” ungkap Dading.

Salah seorang narasumber acara yaitu Kepala Puskesmas Kecamatan Tanjungsari dr Hj. Hanni Latifah kepada Klikinfoku com menyatakan bahwa rembuq stunting pada intinya adalah komitmen dan musyawarah antara Desa, Tim kesehatan dalam hal ini Puskesmas, dan juga Pemerintah Kecamatan.

“Kita berharap dari rembuq ini masalah penanganan stunting dapat tertangani atau kalaupun ada kasusnya dapat ditemukan secepatnya, sehingga dapat kita bantu tumbuh kembang anak tersebut dengan pemberian makanan tambahan yang baik dan juga fasilitas atau pemeriksaan kesehatan lainnya sehingga berharap stunting tersebut dapat dikoreksi,” ujarnya.

Jika ditemukan stunting di Desa, dr Hanni berharap dilakukan pemeriksaan rutin di Posyandu, dalam hal ini ditimbang berat badan dan tinggi badannya dapat dilakukan secara rutin, lalu pemberian makanan tambahannya atau makanan bergizinya pada anak tersebut baik dari pihak Puskesmas ataupun dari pihak Desa.

Nanti intervensi sensitifnya silahkan dilakukan oleh lintas sektor.  Apakah itu soal kelayakan air minumnya apakah sudah baik, atau juga terkait ketahanan pangan ya salah satunya.

“Jadi mudah-mudahan yang hal-hal tersebut apabila nanti sudah dilakukan kita pantau, dan setelah dilakukan intervensi lintas sektor, kalau memang ketemu kasusnya itu tidak terlambat dalam penanganan nya sehingga masih bisa dikejar golden period dari anak tersebut menjadi lebih baik,”pungkas dr. Hanni Latifah.

Informasi yang dihimpun data sementara Desa Selawangi saat ini, Catin berjumlah 8, Ibu hamil 40, Anak stunting 4, Bayi usia 0-23 bln 157, 2-5 th 498.

Rangkuman rembuq stunting Desa Selawangi adalah sebagai berikut:

– Fokus Utama Strategi dan Penanganan Stuntin menyepakati lima pilar utama yang menjadi pendorong keberhasilan program penanganan di lapangan, yakni:

– 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK): Mengoptimalkan asupan gizi dan perawatan sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun sebagai fondasi utama masa depan anak.

– Gizi Seimbang: Mendorong konsumsi makanan bergizi tinggi bagi keluarga untuk mencetak generasi yang sehat dan tangguh.

– Pemantauan Tumbuh Kembang: Mengajak para ibu secara rutin membawa balita ke Posyandu setiap bulan guna memantau perkembangan fisik dan kesehatan anak.

– Kesehatan & Kebersihan Lingkungan: Mencegah risiko timbulnya penyakit infeksi melalui penerapan pola hidup bersih dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

– Kolaborasi Bersama: Menggalang partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat demi mewujudkan keluarga sehat dan desa yang hebat.

Melalui komitmen bersama ini, Desa Selawangi optimistis dapat menekan angka stunting secara signifikan serta menciptakan lingkungan tumbuh kembang yang optimal bagi anak-anak. (Dewi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *