Majelis Taklim Muhammad Sultan Ramadhan Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Bersama Ust. Hanan Attaki, Lc
Jonggol Bogor | Klikinfoku.com
Majelis Taklim Muhammad Sultan Ramadhan menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang berlangsung khidmat di Plaza Bumi Sultan Jonggol Kabupaten Bogor, Jum’at (18/9/2026).
Acara ini bagian dari serangkaian Pesta Rakyat Jonggol dalam rangka pernikahan anak sulung H. Mulyadi anggota DPR RI fraksi dan petinggi partai Gerindra. Acara maulid ini menghadirkan penceramah terkemuka, Ust. Hanan Attaki, Lc., serta dihadiri oleh jamaah dari berbagai wilayah dan dari kalangan tokoh masyarakat dan ulama.
Kegiatan yang berlangsung di dalam tenda bernuansa putih dan penuh kehangatan ini menjadi momen refleksi bersama untuk meneladani akhlak dan ajaran Nabi Muhammad SAW.
Melalui kegiatan ini, Majelis Taklim Muhammad Sultan Ramadhan berharap dapat terus mempererat tali silaturahmi antar jamaah serta memperkuat kecintaan umat Islam kepada Rasulullah SAW.
Pada kesempatan ini H. Mulyadi menceritakan perjalanan panjang soal kedekatannya dengan Prabowo Subianto yang saat ini menjadi Presiden Republik Indonesia dimulai dengan kerjasama bisnis dan saat Prabowo mendirikan partai Gerindra, dirinya ikut berkecimpung dalam dunia politik dan telah menjadi anggota DPR-RI sampai saat ini untuk periode ketiga.
Selain itu Mulyadi juga mengungkapkan nama Yayasannya bernama Muhammad Sultan Ramadan, sebagai inspirasi doa buat jama’ah, keinginan dan doa yang dipanjatkan kepada Allah SWT untuk dikaruniakan anak laki-laki.
“Saya berdoa, kebetulan masuk ke bulan Ramadan. Akhirnya apa? Saya niatkan tarawih di 30 masjid dan setiap selesai tarawih saya berdoa minta sama Allah supaya anak yang dalam kandungan istri saya itu seorang laki-laki. Wah, padahal teknologi sudah mengatakan apa? Perempuan. Nah, ini inspirasi doa nih. Setiap selesai tarawih saya minta supaya anak yang ada dalam kandungan istri saya itu seorang laki-laki.
Nah, pada saat ada kegiatan di Singapura, malam pertama saya salat di Al-Falah di Orchard, di pusat shopping center. Ada, alhamdulillah, masjid namanya Al-Falah di belakang Holiday Inn. Di sampingnya sekarang itu Mandarin, eh… Saya doanya sama, minta anak laki-laki.
Pas malam kedua, saya salat tarawih di Masjid Sultan. Kebetulan dapat kesempatan duduk saat imam salam kedua—kita kan salam pertama, wajah berhadapan terus. Bacaannya enak, tinggi, gede, ganteng. Doa saya berubah malam itu di situ.
“Ya Robb, ridhoi supaya anak yang ada dalam kandungan istri saya seorang imam masjid. ” Wah, ini doanya bersiasat nih. Ada tuh imam masjid cewek? Nggak ada!
Tahadduts bi ni’mah, pas lahir laki-laki! Alasan medisnya apa? Terlipat kali ya, Bu, ya? Akhirnya, masya Allah… Saya namain Muhammad Sultan Ramadan,” ungkap Mulyadi.
Ia mengatakan inspirasi itu mengingatkan kita bahwa doa adalah senjata terhebat. Dari background sektor keuangan, kenal dengan Prabowo Subianto bikin partai dan menjadi politisi.
Juga soal kerinduannya untuk membangun Sultan Islamic City Center, sebelum hijrah ke Mekkah.
“Kenapa? Saya ingin bukan saja peradaban Islam itu kuat dalam amaliyah, tapi kuat dalam ekonominya, dalam bisnisnya, dalam dunia usahanya. Maka saya sedang merancang satu sistem bagaimana sebelum hijrah saya membangun empat hal: sarana prasarananya (pesantren, masjid, dan seterusnya), membangun sumber daya manusianya, membangun sistem berbasis digital, dan terakhir membangun mesin-mesin uangnya untuk membiayai operasional dan mengembangkan Sultan Islamic City Center. Mohon doa itu bisa terjadi, ya. Insya Allah.” pungkasnya.
Sementara itu Ust. Hanan Attaki, Lc dalam ceramahnya menerangkan perilaku Rasulullah yang sangat istimewa untuk diteladani oleh umatnya.
“Pikiran-Nya lurus, pandangannya lurus, hatinya lurus. Begitu juga tazkiyah-tazkiyah Allah terhadap Nabi di ayat-ayat yang sangat banyak di dalam Al-Qur’an. Yang paling populer adalah Allah mentazkiyah perilaku Nabi, yaitu ‘ala khuluqin ‘azhim. Nabi itu memiliki perilaku yang sangat istimewa,” ujar Ust Hanan. (Dewi)
