Selasa, September 29, 2026
BogorPEMERINTAHAN

Cegah Perilaku Koruptif, Roadshow Sosialisasi Antikorupsi Digelar di Kecamatan Cileungsi

Cileungsi Bogor | Klikinfoku.com

Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Inspektorat Kabupaten Bogor menggelar Roadshow Sosialisasi Antikorupsi Tahun 2026 di Kecamatan Cileungsi, Selasa (29/9/2026).

Program Roadshow Antikorupsi Kabupaten Bogor menyasar Aparatur Pemerintah Perangkat Desa; Kepala Desa, Sekretaris Desa, Lembaga Desa BPD, Kepala Urusan, Kepala Seksi, serta unsur terkait lainnya seperti UPT se-Kecamatan Cileungsi untuk diberikan edukasi dan sosialisasi nilai-nilai antikorupsi.

Edy Suwito Sekretaris Inspektorat Kabupaten Bogor

Sosialisasi membahas sejumlah hal penting, antara lain pencegahan tindak pidana korupsi, gratifikasi, benturan kepentingan, pengelolaan keuangan dan aset desa, serta pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Melalui kegiatan tersebut, para aparatur diharapkan semakin memahami potensi risiko korupsi dan mampu menerapkan prinsip integritas dalam pelaksanaan tugas serta pelayanan kepada masyarakat.

Roadshow ini juga menjadi bagian dari langkah preventif Inspektorat Kabupaten Bogor untuk memperkuat pengawasan internal dan mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.

Dengan adanya sosialisasi secara langsung di tingkat Kecamatan, diharapkan semangat antikorupsi tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat diterapkan dalam setiap pelaksanaan tugas pemerintahan dan pelayanan publik.

Salah seorang narasumber pada kegiatan tersebut Sekretaris Inspetorat Kabupaten Bogor, Edy Suwito menyampaikan bahwa agenda Roadshow Antikorupsi di Kabupaten Bogor diarahkan sebagai upaya me-refresh kembali pemahaman dan edukasi antikorupsi, tidak hanya bagi aparatur pemerintahan tetapi juga masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, ditekankan bahwa korupsi tidak berdiri sendiri dan dapat melibatkan berbagai elemen. Karena itu, pencegahan perlu dilakukan secara bersama-sama dan dimulai dari kesadaran setiap individu.

“Korupsi ini bisa dicegah bukan hanya melihat dari lembaga atau personelnya, tetapi dimulai dari diri sendiri. Indikasi-indikasi yang mengarah kepada korupsi harus dicegah sedini mungkin,” ujarnya.

Roadshow tersebut telah dilaksanakan di sejumlah SKPD dan Kecamatan. Kegiatan di Kecamatan Cileungsi kali ini menjadi pelaksanaan yang kelima dan masih akan dilanjutkan ke sejumlah wilayah lainnya.

Program tersebut ditargetkan dapat menjangkau seluruh Kecamatan di Kabupaten Bogor. Secara terprogram, terdapat 13 Kecamatan yang menjadi sasaran roadshow, sementara Kecamatan lainnya diharapkan dapat dikunjungi secara parsial.

“Harapannya semua kecamatan bisa mendapatkan edukasi. Syukur-syukur roadshow ini nantinya bisa sampai ke tingkat desa atau kelurahan,” kata Edy

Ia menambahkan, edukasi antikorupsi perlu dilakukan secara berkelanjutan dan diharapkan dapat dilaksanakan kembali pada tahun berikutnya. Menurutnya, pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara negara, tetapi juga membutuhkan peran masyarakat.

Terutama dalam pelayanan publik, masyarakat diharapkan tidak memberikan ruang terhadap praktik yang berpotensi mengarah pada korupsi. Dengan demikian, upaya pencegahan dapat dilakukan bersama antara aparatur pemerintah dan masyarakat.

Sementara itu Camat Cileungsi Adi Henryana menyatakan kegiatan sosialisasi antikorupsi diharapkan dapat memperkuat komitmen seluruh aparatur pemerintahan dalam mencegah terjadinya penyalahgunaan anggaran.

“Harapannya tentu di wilayah kita, khususnya Cileungsi, baik Pemerintahan Kecamatan maupun Pemerintahan Desa dapat terhindar dari hal-hal yang tidak kita inginkan, seperti penyalahgunaan anggaran,” ujarnya.

Menurut Adi, seluruh anggaran yang dikelola Pemerintah Desa maupun Kecamatan harus digunakan sesuai ketentuan dan diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat. Karena itu, pemahaman mengenai pencegahan korupsi dinilai penting bagi seluruh unsur Pemerintahan.

“Melalui kegiatan ini, Pemerintah berharap seluruh aparatur dapat semakin memahami pentingnya transparansi, akuntabilitas, serta kehati-hatian dalam mengelola anggaran Pemerintahan,” pungkasnya. (Dewi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *