Pemkab Bogor dan Badan Karantina RI Resmikan Pasar Hewan dan Pasar Benih Ikan
Jonggol Bogor | Klikinfoku.com
Pemerintah Kabupaten Bogor meresmikan sejumlah sarana strategis di sektor peternakan dan perikanan, sekaligus menandatangani nota kesepahaman dengan Badan Karantina Indonesia. Rangkaian kegiatan berlangsung di Pasar Hewan Bogor, Jl. Ps. Baru, Jonggol, Desa Jonggol, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor pada Kamis (6/8/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mendukung peningkatan pelayanan kepada masyarakat, penguatan sektor peternakan dan perikanan, serta pengembangan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Bogor dengan Badan Karantina Indonesia.
Ada empat agenda utama dalam kegiatan tersebut. Pertama, peresmian Pasar Hewan Bogor. Kedua, peresmian Pasar Benih Ikan Ciseeng. Ketiga, penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama Pengelolaan Instalasi Karantina Ikan antara Badan Karantina Indonesia dengan Pemerintah Kabupaten Bogor. Keempat, peresmian penamaan Jalan “H.M. SYURDI RUSUH” di Desa Jonggol, Kecamatan Jonggol.
Pemkab Bogor menilai peresmian dua pasar tersebut penting untuk memperkuat rantai pasok komoditas peternakan dan perikanan, sekaligus mempermudah akses pelaku usaha dan masyarakat. Sementara kerja sama dengan Badan Karantina Indonesia diharapkan dapat meningkatkan pengawasan mutu dan keamanan komoditas pertanian, perikanan, dan peternakan yang keluar-masuk wilayah Kabupaten Bogor.
Dalam kesempatan ini Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan peresmian pasar hewan Bogor yang berada di Kecamatan Jonggol Kabupaten Bogor, pasar hewan Bogor atau pasar hewan Jonggol merupakan salah satu pasar hewan dengan fasilitas terlengkap dan salah satu yang terbesar di provinsi Jawa Barat.
“Selain pasar hewan Jonggol kita pun meresmikan bersamaan yaitu pasar ikan Ciseeng, kedua instalasi karantina ikan, ketiga, penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama pengelolaan instalasi karantina ikan antara Badan Karantina Indonesia dengan Pemerintah Kabupaten Bogor, dan yang keempat menghasilkan nama jalan dalam momentum hari ulang tahun Republik Indonesia ke-81 ini merupakan salah satu tahapan-tahapan dalam kita mempersiapkan pusat pertumbuhan ekonomi baru wilayah Timur,” ujar Rudy.
Ia mengatakan saat ini Pemkab Bogor melakukan pembongkaran secara besar-besaran bangunan yang tidak berizin, tujuannya adalah mengembalikan fungsi lahan sesuai dengan peruntukannya sama halnya dengan di wilayah Bogor bagian Timur.
Di Timur melalui Inpres jalan daerah dikelola oleh Bapak Haji Mulyadi dari Citeureup hingga Sukamakmur sekarang dari Sukamakmur dilanjutkan sampai dengan Cianjur bersumber dari pembiayaan APBN.
Rudy menambahkan penamaan Jalan “H.M. SYURDI RUSUH” di Desa Jonggol, Kecamatan Jonggol bukan keinginan H. Mulyadi tetapi keinginan Pemerintah Kabupaten Bogor untuk inspirasi generasi muda, bagaimana orang tua mendidik anaknya menjadi orang-orang berhasil salah satunya yang yang terjun dalam politik yakni Hm Mulyadi.
Sementara itu anggota DPR RI Fraksi Gerindra H. Mulyadi menyatakan bahwa hari ini Pemerintah Kabupaten Bogor secara resmi menandatangani dan mengesahkan dan memutuskan untuk memberikan nama jalan dari mulai depan kantor pos Jonggol Jalan H.M. SYURDI RUSUH.
“Saya atas nama keluarga tentu mengapresiasi dan berterimakasih kepada pak Bupati dan jajarannya juga terhadap masyarakat Bogor terutama juga di wilayah Bogor Timur ini bukan konteks mengkultuskan orang tua, yang alhamdulillah jadi bagian dari keluarga tapi ini mungkin menjadi apresiasi dan dijadikan contoh lah ya untuk lebih dari 400 Kepala Desa di Kabupaten Bogor,” ujarnya.
Mulyadi mengatakan bagaimana dulu yang tidak ada fasilitas yang luar biasa seperti sekarang tapi bisa membawa harum wilayah ini bukan mengkultuskan tapi meneladani iya memberikan pelajaran kepada dirinya sendiri waktu itu mungkin umurnya di bawah masih SD.
“Pada saat saya memimpin Desa Jonggol sampai akhirnya diundang oleh pak presiden Soeharto sebagai Kepala Desa teladan tingkat nasional bahkan diberikan penghargaan juga ya pak Gubernur Jawa Barat dan tempat di Bogor waktu itu, kalau ada pesan khusus bapak saya ditanya dengan hadiah apa karena membawa harum eee Kabupaten Bogor, bapak saya waktu itu hanya minta dibangunkan Masjid Agung Jonggol gitu ya dan sebenarnya dua ya satu lagi jembatan Cipamingkis, dulu itu gampang banget roboh,” ungkapnya.
Mulyadi menyampaikan sebagai wakil rakyat dirinya berjuang untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat khususnya Bogor Timur yang IPM-nya rendah, tetapi kalau jalan sudah selesai seperti sekarang dampaknya luar biasa.
“Kalau Sabtu-Minggu bapak-ibu bisa lihat, Sukamakmur sudah menjadi wisata andalan Bogor Timur ya, dari tempat istirahat, tempat camping, tempat pendakian dan seterusnya, sehingga ekonomi semakin bergerak bagus itu pentingnya infrastruktur,” pungkasnya. (Dewi)
