Selasa, Oktober 13, 2026
BogorDPRD

Reses Anggota DPRD Kabupaten Bogor di Cariu, Masyarakat Minta Infrastruktur Pendidikan dan Kondisi Sekolah Diperjuangkan

Cariu Bogor | Klikinfoku.com

Kegiatan reses anggota DPRD Kabupaten Bogor Masa Sidang I Tahun 2026–2027 Daerah Pemilihan (Dapil) 2 menjadi momentum untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus mengevaluasi berbagai program pembangunan di Kecamatan Cariu.

Kegiatan yang berlangsung di aula Kecamatan Cariu tersebut dihadiri unsur Forkopimcam, para Kepala Desa, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Kepala UPT, Kepala Puskesmas, Perwakilan Sekolah, Organisasi Kemasyarakatan, Pimpinan Partai Politik, serta sejumlah unsur masyarakat lainnya pada hari Selasa (13/10/2026).

Dalam sambutannya Camat Cariu Drs. Pardi, A.P menyampaikan bahwa kegiatan reses merupakan sarana komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan, usulan, serta berbagai persoalan yang perlu mendapatkan perhatian pemerintah daerah.

“Harapannya, pada kesempatan hari ini kita bisa mendengarkan secara langsung kebutuhan, usulan, masukan, dan saran terhadap berbagai permasalahan yang ada di Kecamatan Cariu,”ujarnya.

Pardi menjelaskan, anggota DPRD memiliki tiga fungsi utama, yakni legislasi, anggaran, dan pengawasan. Melalui kegiatan reses, masyarakat diharapkan dapat menyampaikan aspirasi secara langsung agar menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan pembangunan daerah.

Kecamatan Cariu Miliki Potensi di Berbagai Sektor

Dalam pemaparannya, Camat menjelaskan bahwa Kecamatan Cariu merupakan salah satu wilayah di bagian timur Kabupaten Bogor yang berbatasan dengan Kecamatan Jonggol dan Kabupaten Bekasi di sebelah utara, Kabupaten Karawang di sebelah timur, Kecamatan Tanjungsari di sebelah selatan, serta Kecamatan Jonggol di sebelah barat.

Kecamatan Cariu terdiri atas 10 Desa, 56 RW, dan 157 RT, dengan jumlah penduduk yang disebut mencapai 51.263 jiwa.

Di sektor pendidikan, wilayah ini memiliki 49 TK/PAUD, 28 SD negeri, satu SD Islam Terpadu, delapan Madrasah Ibtidaiyah (MI) swasta, 10 SMP negeri dan swasta, tiga MTs negeri dan swasta, dua SMA negeri dan swasta, enam SMK negeri dan swasta, serta 12 pondok pesantren.

Sementara itu, pada sektor kesehatan, tersedia dua Puskesmas dan satu Puskesmas Pembantu (Pustu). Untuk infrastruktur jalan, wilayah Cariu dilalui jalan Provinsi sepanjang kurang lebih 19 kilometer dan jalan Kabupaten sekitar 23 kilometer.

Adapun sektor perekonomian didukung oleh sekitar 461 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang tersebar di 10 desa, serta enam koperasi. Kecamatan Cariu juga memiliki potensi pertambangan dan sarana olahraga masyarakat.

Kerusakan Sekolah dan Kekurangan Ruang Kelas Jadi Perhatian

Salah satu persoalan yang kembali disoroti dalam kegiatan reses tersebut adalah kondisi sarana pendidikan yang masih membutuhkan perbaikan.

Pihak kecamatan menyebut masih terdapat sekolah dengan kondisi bangunan rusak berat, sedang, maupun ringan. Selain itu, sejumlah sekolah juga menghadapi keterbatasan ruang kelas sehingga proses pembelajaran harus menyesuaikan kondisi bangunan yang tersedia.

“Permasalahan yang ingin kami tekankan kembali, khususnya di bidang pendidikan, masih banyak sekolah yang rusak. Nanti datanya bisa disampaikan, mana yang rusak berat, rusak sedang, maupun rusak ringan,” ujar Camat.

Ia juga menyinggung adanya sekolah yang harus menyekat ruang kelas untuk memenuhi kebutuhan kegiatan belajar mengajar, termasuk kondisi yang ditemukan di SDN Tegal Batu.

Persoalan tersebut diharapkan menjadi bahan pembahasan bersama anggota DPRD Kabupaten Bogor agar kebutuhan perbaikan bangunan dan penambahan ruang kelas dapat diperjuangkan sesuai skala prioritas.

*Sejumlah Program Pembangunan Telah Berjalan*

Selain menyampaikan berbagai persoalan, pihak kecamatan juga memaparkan sejumlah program pembangunan yang telah dan sedang dilaksanakan di wilayah Cariu.

Di antaranya rehabilitasi dan revitalisasi sarana pendidikan, pembangunan penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah desa, serta rehabilitasi bangunan di lingkungan Puskesmas Cariu. (Dewi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *