Rabu, Oktober 14, 2026
BogorDPRD

Jadi Lumbung Suara, Anggota Dewan Mua’d Khalim Gelar Reses di Desa Mampir

Cileungsi Bogor | Klikinfoku.com

Anggota DPRD Kabupaten Bogor Mua’d Khalim Fraksi PDI Perjuangan penuhi kerinduan konstituennya dengan mengadakan kegiatan reses Masa Sidang I Tahun 2026–2027 Dapil 2 di RT 02, RW 01 Desa Mampir Kecamatan Cileungsi pada Rabu (14/10/2026).

Reses mandiri anggota Dewan ini dihadiri oleh Kepala Desa Mampir Asep Supini, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Binwil Pol PP, Tokoh masyarakat; Agama, Pemuda, Ibu-ibu dan masyarakat sekitar tempat kegiatan.

Mua’d Khalim mengatakan sejatinya kegiatan reses mandiri atau kelompok sama saja untuk menampung aspirasi masyarakat, tetapi dirinya selama ini selalu mengadakan reses mandiri untuk bertemu langsung dengan masyarakat dan konstituen.

“Kalau saya reses mandiri karena instruksi dari DPP, instruksi partai bahwa anggota fraksi dari PDI Perjuangan harus menemui masyarakat langsung, reses ketemu masyarakat, apa yang diinginkan masyarakat, kita karena berbasis partainya wong cilik jadi harus ketemu masyarakat langsung, apa yang diinginkan masyarakat, untuk itulah kita harus temui mereka,”ujar Mua’d Khalim kepada wartawan.

Mua’d Khalim mengaku pertimbangan pemilihan tempat reses Desa Mampir salah satunya memang mendapatkan suara besar di Desa ini.
“Jadi kalau nanti mereka sudah memilih saya kemudian tidak diakomodir usulannya, nanti ke depan menjadi tidak baik. Mereka berharap kepada wakil rakyat, di saat mereka memilih, berharap wakil rakyat bisa menemui menampung usulannya di saat masyarakat kepengin usul,”ungkap Mua’d Khalim yang saat ini juga menjabat Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Bogor.

Ia mengaku terharu dengan antusiasme masyarakat yang mengikuti kegiatan reses kali ini.
“Alhamdulillah, antusias, positif. Mereka merasa kangen dengan wakilnya. Mereka merasa antusias, berterima kasih juga. Mereka sampaikan, jangan hanya mau dipilih datang, tapi ternyata saya mau datang kembali untuk masyarakat Desa Mampir,”ucapnya.

Diungkapkannya beragam usulan disampaikan; untuk Kelompok Tani minta traktor pertanian tapi yang besar. Kalau kemarin Kelompok Tani sebagian sudah dibagi untuk Linggar Mukti, Nambo (Kecamatan Klapanunggal), terus kemudian Kecamatan Jonggol juga ada traktor Alshintan. Tapi yang Desa Mampir ini ternyata yang dibutuhkan sebenarnya yang besar. Memang kemarin tidak kebagian untuk Mampir, belum dibagi karena memang belum mengajukan.

“Akhirnya mengajukan Pak H. Asep dari Kelompok Tani di Mampir ini minta traktor yang besar, sama sebagian besar masyarakat itu minta penerangan PJU-TS untuk jalan-jalan gang yang ke kampung, yang gelap, yang ke makam dan sebagainya. Jadi kalau pas gelap itu kan rawan begal, rawan hal-hal yang tidak diinginkan, makanya mereka minta penerangan. Juga sarana air bersih, sumur bor, dan sebagainya,”jelas Mua’d Khalim terkait usulan masyarakat.

Mua’d Khalim berharap Pemda Bogor bisa seperti Pemda-pemda lain untuk bisa menganggarkan dan bisa mengakomodir lebih banyak usulan masyarakat.

“Artinya, dalam reses jumlah pesertanya kan dibatasi, harusnya agak banyak sedikitlah ditambahi biar nanti saya bisa ketemu masyarakat lebih banyak. Karena makin banyak masyarakat yang hadir pasti makin banyak usulan yang kita akan tampung aspirasinya,”harapnya.

Diketahui bahwa pembahasan anggaran 2027, akan dimulai di bulan November nanti.
“Artinya pengusulan masyarakat termasuk dari sini Desa Mampir siap juga untuk diperjuangkan, insyaallah,”pungkas Mua’d Khalim. (Tom)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *