Reses DPRD Kabupaten Bogor di Cariu, Minimnya Lahan Parkir Puskesmas Karya Mekar Disorot
Cariu Bogor | Klikinfoku.com
Persoalan keterbatasan lahan parkir di Puskesmas Karya Mekar menjadi salah satu aspirasi yang mendapat perhatian dalam kegiatan reses anggota DPRD Kabupaten Bogor Masa Sidang I Tahun 2026–2027 Dapil 2 di Kecamatan Cariu pada Selasa (13/10/2026).
Kondisi tersebut dinilai perlu ditindaklanjuti agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat berjalan dengan nyaman, aman, dan tertib.
Dalam penyampaiannya, anggota DPRD Kabupaten Bogor H. Amin Sugandi Fraksi Golkar menjelaskan bahwa urusan Puskesmas berada di bawah kewenangan Dinas Kesehatan. Namun, masukan dari masyarakat terkait kebutuhan lahan parkir tetap menjadi perhatian dan akan dikoordinasikan melalui mekanisme pembahasan di DPRD.
Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan kajian lebih lanjut, terutama menyangkut ketersediaan lahan, kemungkinan pembebasan tanah, luas area yang dibutuhkan, hingga perhitungan harga tanah dan anggaran yang diperlukan.
“Kalau untuk pengadaan tanah memang belum menjadi prioritas saat ini. Namun, terkait kebutuhan lahan parkir, nanti akan kita koordinasikan dan menjadi bahan rekomendasi dari hasil reses hari ini,” ujar Amin.
Ia menjelaskan, aspirasi mengenai keterbatasan lahan parkir Puskesmas Karya Mekar nantinya dapat dibahas di Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor sesuai dengan bidang terkait, kemudian menjadi bahan pembahasan lebih lanjut dalam proses penganggaran.
Selain itu, peninjauan oleh Komisi I juga dapat dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi pertanahan dan kemungkinan pengadaan lahan apabila dinilai memungkinkan.
Menurutnya, hingga saat ini masih diperlukan informasi yang lebih menyeluruh mengenai kondisi di lapangan, baik dari sisi kebutuhan puskesmas maupun harapan masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan.
Amin menegaskan, persoalan lahan parkir tidak boleh dipandang sebagai masalah sepele. Keterbatasan area parkir berpotensi menimbulkan ketidaktertiban kendaraan, mengganggu kenyamanan pengunjung, bahkan memunculkan risiko keamanan apabila kendaraan diparkir sembarangan.
“Tujuan kita supaya semuanya nyaman dan terlindungi. Jangan sampai karena lahan parkir kurang dan tidak terakomodasi, kendaraan diparkir sembarangan hingga menimbulkan masalah baru. Ini harus kita tindak lanjuti,” tegasnya.
Ia menambahkan, kegiatan reses merupakan salah satu sarana penting bagi anggota DPRD untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Masukan yang diterima menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun rekomendasi dan memperjuangkan kebutuhan masyarakat sesuai mekanisme yang berlaku.
Dengan adanya aspirasi tersebut, keterbatasan lahan parkir Puskesmas Karya Mekar diharapkan dapat menjadi perhatian bersama antara DPRD, pemerintah daerah, dan instansi terkait, sehingga solusi yang tepat dapat dikaji demi mendukung pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat. (Dewi)
